NuQy Berusaha selalu bermanfaat untuk orang lain.

35 Rumah Adat Indonesia

9 min read

Rumah adat gapura candi bentar

35 Rumah Adat Indonesia Yang Luar Biasa Anda Akan Terpesona – Dari Sabang di ujung barat Sumatera hingga Merauke di timur Papua, Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 300 kelompok etnis dan memiliki sekitar 1.340 suku.

Sebagai sebuah rumah, ia bangga dengan pajangan arsitektur tradisional yang indah di setiap daerah, yang masing-masing mencerminkan keragaman pengaruh budaya, sejarah dan geografis yang telah membentuk bangsa secara keseluruhan.

Keunikan masing-masing daerah juga akan bergantung pada bagaimana masyarakat setempat memandang hubungannya dengan lingkungan. Melalui keanekaragaman arsitektur tradisional Indonesia, seseorang dapat merefleksikan besarnya kekayaan budayanya.

Di masa lalu, rumah biasanya dibangun secara komunal karena orang-orang mengumpulkan semua sumber daya yang dibutuhkan serta menyumbangkan waktu dan tenaga.

Di antara banyaknya rumah tradisional Indonesia, berikut adalah beberapa yang masih bertahan dalam ujian waktu. Kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah dapat memberi Anda gambaran sekilas tentang keindahannya.

Rumah Adat Aceh – Krong Bade

Aceh adalah provinsi paling barat Indonesia. Dihuni oleh masyarakat Aceh, provinsi ini memiliki rumah adat Krong Bade sebagai simbolisasi budayanya.

Krong Bade terbuat dari kayu dengan desain alas bertingkat. Bangunannya dilengkapi dengan banyak tiang penyangga rumah induk. Nuansa klasik dan tradisional terpancar kuat dari anyaman daun lontar.

Krong Bade memiliki arsitektur yang unik dan khas. Selain desainnya yang menarik, ada beberapa fakta menarik tentang Krong Bade. Rumah berbentuk persegi panjang sebaiknya diperpanjang dari timur ke barat.

Menurut masyarakat Aceh, tangga depan harus dalam jumlah ganjil. Tidak jelas mengapa harus dibuat seperti ini.

Baca juga :

Rumah Adat Sumatera Utara – Bolon

Rumah adat sumatera utara

Sumatera Utara, provinsi yang dihuni oleh suku Batak, memiliki rumah adat bernama Bolon. Ada beberapa jenis rumah Bolon, seperti Bolon Simalungun, Bolon Toba, Bolon Karo, Bolon Mandailing, Bolon Pakpak, dan Bolon Angkola.

Setiap tipe rumah Bolon hadir dengan desain dan arsitektur yang khas. Namun semuanya dibuat menjadi platform terangkat dengan dinding berornamen. Putih, merah, dan hitam dipilih untuk menghiasi dinding rumah Bolon.

Rumah Adat Sumatera Barat – Gadang

Rumah adat sumatera barat

Sumatera Barat adalah provinsi lain di Pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki rumah adat dengan arsitektur menakjubkan yang dikenal dengan sebutan Rumah Gadang atau Begonjong.

Rumah Gadang bercirikan atap runcing yang simetris. Masyarakat setempat mengatakan bahwa atapnya menyerupai tanduk kerbau.

Terlepas dari desainnya yang unik, rumah tradisional Indonesia ini terlihat simpel dan juga elegan. Kayu menjadi bahan utama untuk membangun rumah yang dipadukan dengan anyaman ijuk untuk atapnya.

Berkat strukturnya yang menjadikan Gadang salah satu rumah adat terbaik di Indonesia.

Rumah Adat Riau – Selaso Jatuh Kembar

Rumah adat riau

Melayu Selaso adalah rumah tradisional yang menggabungkan kemewahan dan kesopanan. Rumah panggung yang ditinggikan dirancang dengan ukiran tradisional yang menyerupai lebah yang menempel.

Bagi masyarakat sekitar, ornamen memiliki makna dan filosofi tertentu yang harus melekat pada rumah.

Bangunannya dibuat simetris dengan tangga depan yang mengarah ke rumah induk. Perpaduan material kayu dan ukiran tradisional membuat rumah terlihat elegan namun royal. Rumah terdiri dari beberapa ruangan yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Rumah Adat Kepulauan Riau – Belah Bubung

Rumah adat Kepulauan Riau memiliki ciri khas bentuk atap yang beragam. Anda bisa menemukan atap yang curam, atap datar yang terlipat, serta atap bertumpuk yang membuat Belah Bubung terlihat unik berbeda dari rumah lainnya. Bangunan platform yang ditinggikan juga dilengkapi dengan tangga untuk mencapai rumah induk.

Belah Bubung terdiri dari 4 bagian; teras, aula utama, lorong, dan dapur. Setiap bagian memiliki fungsi tertentu. Untuk penghias rumah, ornamen yang berasal dari Riau juga dilibatkan dalam strukturnya.

Sayangnya, rumah adat tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai rumah modern yang lebih sederhana. Mereka lebih memilih rumah minimalis yang simpel.

Rumah Adat Sumatera Selatan – Limas

Limas adalah rumah adat Sumatera Selatan. Bangunannya hadir dengan arsitektur yang khas, memberikan identitas tersendiri.

Rumah itu dinamai Limas karena atapnya berbentuk limas. Rumah terdiri dari beberapa tingkatan yang dikenal dengan nama Bengkilas.

Rumah adat tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat tinggal. Sebaliknya, hanya digunakan untuk acara-acara tertentu seperti arisan atau upacara adat. Berkat aula besar yang dapat menampung banyak orang untuk acara khusus.

Baca juga :

Rumah Adat Jambi – Kajang Leko

Kajang Leko merupakan rumah adat dengan ukuran yang cukup besar. Terdiri dari 8 ruang utama dengan fungsi berbeda.

Bangunannya terlihat khas karena dilengkapi dengan facade berornamen yang membedakan rumah dari yang lain. Ornamen khusus juga menjadi ciri khas hunian tradisional ini.

Kayu dipilih sebagai material utama rumah adat Indonesia ini. Desain platform yang ditinggikan hadir dengan pilar yang menopang rumah utama serta tangga.

Terlepas dari penampilannya yang menarik, masyarakat setempat cenderung membangun rumah modern untuk ditinggali.

Rumah Adat Bengkulu – Bubungan Lima

Rumah adat unik lainnya bisa ditemukan di Bengkulu. Dikenal sebagai Bubungan Lima, rumah ini hadir dengan fasad unik yang menutupi tangga depan. Sama seperti rumah tradisional lainnya, hadir dengan desain platform yang terangkat.

Ada yang unik dari Bubungan Lima. Menggunakan kayu sebagai material utamanya, warga memilih menggunakan Medang Kemuning saja untuk membangun rumahnya.

Tidak jelas mengapa masyarakat lokal hanya menggunakan kayu jenis ini untuk membuat bangunan.

Baca juga :

Rumah Adat Bangka Belitung – Rumah Rakit

Dikelilingi air membuat warga sekitar berpikir kreatif untuk membangun rumah. Berbeda dengan rumah adat lain yang dibangun di atas tanah, rumah rakit dibangun di atas air.

Ini menjelaskan nama ‘rakit’ yang artinya rakit. Meski lokasinya tidak biasa, hunian Rakit dirancang khusus dengan ukiran dan ornamen.

Rumah rakit biasanya dibangun di atas sungai atau air yang mengalir lambat. Menurut masyarakat sekitar, sungai menyediakan makanan untuk menopang kehidupan mereka. Namun seiring berjalannya waktu dan rumah adat ini tidak lagi dihuni.

Rumah Adat Lampung – Nowou Sesat

Rumah adat lampung

Nowou Sesat adalah satu lagi bangunan panggung yang menjadi rumah adat Lampung. Menurut namanya, Nowou Sesat memiliki arti tempat pemujaan.

Bangunan tersebut menerima ornamen ikonik yang menjadi ciri khasnya. Nowou Sesat memiliki dua anak tangga depan di kiri dan kanan untuk mencapai rumah induk.

Secara tradisional, hunian berukuran besar. Namun orang modern cenderung memperkecil ukurannya dan melakukan beberapa modifikasi agar terlihat modern.

Rumah Adat Banten – Badui

Rumah adat baduy

Badui dikenal sebagai suku terasing di Banten. Mereka secara konservatif melestarikan tradisi dan adat istiadat lama mereka dan menghindari modernitas apa pun.

Rumah Badui mencerminkan bagaimana mereka hidup harmonis dengan alam. Dinding bambu, rangka kayu, dan atap ilalang sudah cukup untuk disebut sebagai rumah.

Bahkan hingga saat ini masyarakat Badui masih tinggal di rumah adat mereka. Menariknya, mereka tidak tertarik memasang listrik untuk menerangi rumah.

Lampu minyak tradisional sudah lebih dari cukup untuk Badui. Meski berstruktur rumah sederhana, masyarakat Badui bangga menjunjung tinggi budaya dan tradisinya.

Baca juga :

Rumah Adat Jakarta – Rumah Kebaya

Menjadi ibu kota negara Indonesia tidak membuat Jakarta sarat dengan modernitas. Di beberapa tempat, Anda juga bisa menemukan rumah adat Indonesia yang dikenal dengan nama Kebaya.

Bangunannya memiliki arsitektur yang unik dengan desain atap ikonik yang menyerupai kebaya (pakaian tradisional Indonesia).

Rumah kebaya juga bercirikan ornamen etnis Betawi. Meski memiliki desain yang menarik, rumah adat tersebut perlahan dilupakan oleh masyarakat Betawi modern. Itu hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu di Jakarta.

Rumah Adat Jawa Barat – Rumah Sunda

Tampilan rumah Sunda yang khas membuatnya mudah dikenali. Rumah adat Jawa Barat merupakan bangunan platform yang ditinggikan.

Namun tidak menjulang terlalu tinggi dari permukaan tanah. Rumah tersebut juga dilengkapi dengan tangga yang disebut golodog.

Ada beberapa macam atap yang digunakan pada rumah sunda. Atap yang paling sering digunakan adalah perahu kemurep, jolopong, badak heuay, nangkup, jubleg, dan lain-lain. Setiap atap hadir dengan karakteristik yang berbeda.

Rumah Adat Jawa Tengah – Joglo

Rumah joglo

Suku bangsa Jawa atau disebut Jawa memiliki rumah adat dengan arsitektur yang unik. Joglo, demikian nama masyarakat setempat, pada dasarnya dibagi menjadi beberapa bagian utama.

Pendopo merupakan bagian depan berupa balai besar untuk pertemuan. Masuk ke dalam, terdapat 4 ruangan dengan tujuan berbeda seperti kamar tidur dan dapur.

Rumah adat Indonesia ini dibuat dengan filosofi. Misalnya, pendopo yang didesain tanpa dinding mencerminkan keramahan dan keramahan masyarakat Jawa dalam menerima tamu. Itu tidak memiliki kursi, melambangkan tuan rumah dan tamu adalah sederajat.

Rumah Adat Yogyakarta – Bangsal Kencono

Bangsal Kencono adalah rumah adat yang biasanya dihuni oleh raja dan keluarga bangsawan. Untuk itu Bangsal Kencono tidak bisa dimiliki oleh rakyat biasa di Yogyakarta.

Rumah itu dirancang khusus untuk melambangkan keluarga bangsawan. Itu juga dilengkapi dengan ornamen khusus yang mencerminkan nilai kehidupan.

Rumah Adat Jawa Timur – Joglo Situbondo

Dikenal sebagai Joglo Situbondo, rumah adat Jawa Timur mirip dengan Joglo dari Jawa Tengah. Joglo Situbondo memiliki ciri khas desain minimalis dan artistik.

Taman ini juga penuh dengan ukiran yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Jawa. Setiap bagian rumah juga memiliki filosofi yang dianut oleh masyarakat sekitar.

Rumah Adat Bali – Gapura Candi Bentar

 

Rumah adat gapura candi bentar

Di antara provinsi lain di Indonesia, Bali terkenal dengan budaya dan tradisi yang kuat yang diwarisi dari nenek moyang mereka.

Masyarakat melestarikan dan menjunjung adat istiadat, menciptakan identitas mereka sendiri. Kalau bicara rumah adat, orang Bali punya Gapura Candi Bentar yang punya arsitektur dan desain yang khas.

Gapura Candi Bentar didesain dengan gerbang ikonik. Itu juga dilengkapi dengan ornamen yang mencerminkan budaya Bali.

Rumah adat Bali biasanya digunakan untuk upacara adat atau perayaan. Anda dapat dengan mudah menemukan rumah ini setiap kali berkunjung ke Bali.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat – Loka

Rumah tersebut diberi nama Loka, tempat tinggal tradisional beberapa suku seperti suku Sumbawa, suku Dompu, dan suku Sasak. Rumah sederhana ini terbuat dari kayu yang dipadukan dengan atap anyaman daun lontar.

Menurut sejarah, Loka hanya dihuni oleh raja atau keluarga bangsawan. Seiring berjalannya waktu, orang biasa diperbolehkan untuk membangun dan bertempat tinggal di rumah tersebut. Saat ini, Loka dapat ditemukan di beberapa desa dan daerah di Nusa Tenggara Barat.

Rumah Adat Nusa Tenggara Timur – Musalaki

Secara prinsip, Musalaki mirip dengan Loka, rumah adat Nusa Tenggara Barat. Perbedaannya terletak pada bentuk atapnya yang menyerupai limas. Atapnya terbuat dari ilalang yang memberi kesan natural pada rumah.

Cerita yang sama dengan Loka, Musalaki dulunya hanya dihuni oleh kepala suku dan keluarganya saja. Namun saat ini, rumah adat tersebut sudah bisa ditinggali oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Rumah Adat Kalimantan Barat – Panjang

Rumah adat kalimantan barat

Panjang artinya panjang dalam bahasa Indonesia. Seperti namanya, rumah ini memiliki desain yang panjang, jauh lebih panjang dari pada rumah tradisional lainnya.

Rumah terbentang dari satu sisi ke sisi lainnya, menyediakan ruangan yang luas untuk mengadakan pertemuan atau upacara adat.

Rumah panggung yang ditinggikan biasanya dilengkapi dengan tangga lebar untuk mencapai bangunan induk.

Sayangnya, rumah yang sedang dalam perjalanan menuju kepunahan karena masyarakat modern memilih membangun rumah modern.

Rumah Adat Kalimantan Tengah – Betang

Rumah adat kalimantan tengah

Dilihat dari desainnya, Betang terlihat mirip dengan rumah Panjang Kalimantan Barat. Rumah Betang merupakan rumah adat Indonesia terbesar kedua menurut ukurannya 150 mx 30 mx 5 m.

Tidak mengherankan jika bangunan tersebut dapat menampung hingga 150 orang.

Kayu merupakan bahan utama rumah yang dipadukan dengan rumput ilalang sebagai atapnya. Rumah tersebut juga menerima ornamen khusus dari masyarakat sekitar.

Rumah Adat Kalimantan Selatan – Bubungan Tinggi

Sebagian besar dihuni oleh suku Dayak, rumah adat Kalimantan Selatan memiliki desain dan arsitektur yang unik dibandingkan dengan rumah-rumah Kalimantan lainnya.

Bubungan Tinggi hanya dihuni oleh suku Dayak dan melambangkan kebanggaan mereka.

Rumah adat bercirikan arsitekturnya yang tinggi dan kokoh, dengan atap yang menjulang ke langit. Dilihat dari ukurannya, Bubungan Tinggi secara signifikan lebih kecil dari Betang.

Rumah Adat Kalimantan Timur – Lamin

Suku Banjar dan Dayak yang mendiami Kalimantan Timur mengekspresikan kearifan dan budaya lokalnya dalam sebuah rumah adat bernama Lamin.

Hunian tersebut memiliki ornamen yang sangat menarik di setiap bagiannya, mulai dari dinding, beranda, pilar, bahkan atap. Inilah rumah adat terbesar di Indonesia.

Ukuran rumah Lamin adalah 300 mx 15 mx 5 m, menjadikannya sebuah bangunan yang besar untuk ditinggali. Rumah tersebut dapat menampung hingga 250 orang atau setara dengan 45 keluarga.

Rumah Adat Kalimantan Utara – Baloy

Meski Kalimantan Utara termasuk provinsi baru, rumah adatnya sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Rumah adat Indonesia bernama Baloy merupakan cerminan dari budaya suku Tidung yang mendiami wilayah tersebut.

Berbeda dengan rumah adat lainnya, Baloy lebih menekankan pada estetika. Rumah didesain indah dengan arsitektur simetris dan desain dinding serta ornamen yang mempesona. Tidak heran jika Baloy terpilih sebagai maskot lokalitas.

Rumah Adat Sulawesi Utara – Pewaris

Rumah adat suku Minahasa adalah bangunan yang mencengangkan dengan ukiran yang eksklusif. Rumah panggung yang ditinggikan didesain dengan tangga ganda di bagian depan, dipercantik dengan ukiran kayu sebagai ornamennya. Rumah itu secara eksklusif terbuat dari kayu.

Rumah terdiri dari beberapa bagian dengan tujuan berbeda seperti ruang tamu, kamar tidur, dan ruang penyimpanan. Masyarakat setempat biasanya menyimpan hasil panen mereka di gudang penyimpanan di dalam rumah.

Rumah Adat Sulawesi Tengah – Tambi

Rumah adat Sulawesi Tengah berbentuk persegi panjang ini memadukan bahan kayu dan batu alam. Rumah Tambi memiliki tampilan khas yang membuatnya mudah dikenali. Seperti gedung peron yang ditinggikan lainnya, Tambi juga dilengkapi dengan tangga.

Menariknya, tangga menunjukkan tingkat sosial si pemilik rumah. Keluarga bangsawan menggunakan tangga dalam jumlah genap sedangkan orang biasa menggunakan tangga dalam jumlah ganjil.

Rumah Adat Sulawesi Tenggara – Buton

Juga dikenal sebagai Malige, rumah Buton memiliki keunikan yang menarik karena desain dan arsitekturnya. Rumah empat tingkat ini dibangun tanpa poros atau paku.

Tidak jelas bagaimana masyarakat setempat dapat membangun rumah yang kuat tanpa menggunakan paku dan paku.

Buton dibuat secara eksklusif dari kayu. Bangunan platform yang ditinggikan juga memiliki tangga yang juga ditutup dengan atap. Ini membedakan rumah adat Buton dengan rumah adat Indonesia lainnya.

Rumah Adat Sulawesi Selatan – Tongkonan

Rumah adat lain dengan desain yang khas. Tongkonan, sebuah rumah yang dihuni oleh suku Toraja, bercirikan atapnya yang menyerupai perahu yang terbalik. Fakta menarik lainnya tentang Toraja adalah adanya tanduk kerbau di depan rumahnya.

Rumah adat Tongkonan dibangun dengan dua fungsi yaitu sebagai tempat tinggal dan menyimpan jenazah. Jangan kaget! Warga sekitar tidak tidur dengan jenazah karena mereka memisahkan rumah.

Rumah Adat Gorontalo – Doholupa

Sebuah bangunan dengan struktur yang mempesona bisa ditemukan di Gorontalo. Doholupa, Rumah Adat Gorontalo pada dasarnya berupa panggung terangkat dengan struktur yang menarik. Kayu merupakan satu-satunya material bangunan yang memberikan nuansa natural dan klasik pada rumah.

Penduduk lokal memilih jenis kayu tertentu, memungkinkan rumah tetap kuat bahkan selama bertahun-tahun. Struktur yang kokoh juga menjadi kunci kekokohannya.

Rumah Adat Maluku – Baileo

Rumah adat Baileo berasal dari Maluku. Rumah tersebut memiliki arsitektur unik yang melambangkan keragaman agama di Maluku.

Baileo dicirikan dengan ukurannya yang besar, mengingat rumah tersebut hanya digunakan untuk arisan atau pertemuan komunitas.

Yang membedakan Baileo dengan rumah lainnya dengan adanya ruangan khusus untuk menyimpan pusaka dan benda suci.

Rumah panggung yang ditinggikan sebagian besar terbuat dari bambu dan kayu. Atap rumput Gras membangkitkan kesan natural dan sederhana pada rumah adat Indonesia ini.

Rumah Adat Maluku Utara – Sasadu

Maluku Utara memiliki budaya dan tradisi khas yang tercermin dalam rumah adat bernama Sasadu. Rumah didesain dengan dekorasi unik yang memberikan identitas tersendiri.

Salah satu keunikan yang ditemukan pada rumah ini adalah adanya 6 buah pintu yang berbeda dengan fungsi yang berbeda-beda.

Dua pintu hanya digunakan oleh laki-laki, sedangkan dua pintu lainnya hanya digunakan oleh perempuan. Pintu istirahat digunakan oleh tamu. Sasadu dikenal sebagai rumah adat dengan jumlah pintu terbanyak.

Rumah Adat Papua – Honai

Rumah jamur itu bernama Honai. Rumah adat dari Papua ini bercirikan struktur kayu kecil dengan atap ilalang.

Rumah tersebut tidak memiliki jendela, dengan tujuan agar suhu tetap hangat karena masyarakat memilih tinggal di dataran tinggi dan perbukitan.

Honai hanya memiliki satu ruangan sehingga masyarakat setempat dapat melakukan banyak aktivitas dalam satu ruangan.

Dari atas, Honai tampak seperti sekumpulan jamur di dataran tinggi. Masyarakat setempat memilih bahan alam sebagai simbolisasi hidup harmonis dengan alam.

Rumah Adat Papua Barat – Mod Aki Aksa

Dikenal sebagai rumah kelabang, Mod Aki Aksa memiliki desain unik yang menarik dengan banyak tiang penyangga rumah induk.

Pada dasarnya rumah adat tersebut terlihat mirip dengan Honai, hanya dengan platform yang ditinggikan. Mod Aki Aksa terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu, daun rumbia, ilalang, dan kulit kayu.

Kombinasi tersebut menciptakan rumah yang mempesona yang mencerminkan kearifan lokal.

Rumah Adat Teluk Cenderawasih – Lgkojei

Teluk Cenderawasih adalah provinsi baru lainnya di Indonesia. Dihuni oleh suku Wamesa, wilayah ini memiliki rumah adat khas bernama Lgkojei.

Rumah tersebut terlihat mirip dengan Mod Aki Aksa karena keduanya memiliki banyak pilar untuk menopang rumah.

Namun, Lgkojei memiliki atap modern yang membedakan rumah tersebut dengan Mod Aki Aksa. Ini juga dirancang dengan lebih banyak ventilasi udara. Singkatnya, Lgkojei terlihat lebih modern dari rumah adat Papua dan Papua Barat.

Tidak pernah ada akhirnya berbicara tentang budaya Indonesia. Rumah adat Indonesia sebagai salah satu cerminannya melambangkan kearifan lokal masyarakat adat.

Arsitektur yang khas, struktur yang unik, dan desain yang mengesankan, serta ornamen yang menarik menggambarkan kebesaran budaya Indonesia.

NuQy Berusaha selalu bermanfaat untuk orang lain.

Tinggalkan Balasan