Cara Mengatasi Atap Bocor, Rumah Bebas Banjir!

3 min read

Membersihkan talang air secara rutin

Cara Mengatasi Atap Bocor, Rumah Bebas Banjir! – Atap bocor ketika musim penghujan tiba memang mengganggu. Bahkan terkadang bagi sebagian besar orang di Indonesia, permasalahan ini cukup serius.

Karena tidak hanya bisa membuat penghuni kurang nyaman. Terutama jika dibiarkan, hal ini akan membuat rumah terasa lembab. Risikonya, semakin lama struktur rumah bagian atas akan semakin rapuh.

Apa Penyebab Atap Rumah Bocor

Ilustrasi rumah bocor
(Sumber: Realtor.com)

Sering kali, kita menganggap bahwa atap yang rembes ataupun bocor disebabkan karena genteng yang berlubang. Tetapi pada kenyataannya, banyak faktor yang membuat air hujan masuk ke dalam rumah, seperti ulasan berikut.

1. Pengaruh Cuaca

Salah satu faktor yang dapat membuat atap rumahmu bocor adalah perubahan cuaca yang ekstrem. Katakanlah hari ini matahari bersinar dengan cerah, bahkan suhunya cukup panas. Namun, tanpa diprediksi, hujan tiba-tiba datang.

Saat perubahan cuaca seperti kasus di atas sering terjadi, maka risiko rusaknya rangka atap ataupun material penutup atap lebih tinggi. Terlebih lagi jika material untuk atap rumah yang digunakan kurang berkualitas.

Baca juga : Perbaikan Mudah Tanpa Menggunakan Jasa

2. Sudut Kemiringan

Atap rumah pelana
Indonesia yang memiliki cuaca penghujan mewajibkan penduduknya menggunakan atap miring jika tidak ingin rumahnya banjir karenanya. (Sumber: This Old House)

Idealnya, sudut kemiringan atap rumah adalah 30 derajat. Hal ini bertujuan agar air hujan segera mengalir ke bawah, sehingga tidak ada kesempatan untuk merembes masuk ke dalam rumah.

Berbeda lagi dengan atap datar seperti yang sering ditemui pada rumah minimalis. Mungkin sudut kemiringannya tidak diperlukan. Namun sebagai gantinya, sistem drainase harus direncanakan secara matang.

Sebab, air yang tertahan terlalu lama pada atap datar lama-lama akan mengikis lapisan pelindung. Akibatnya, kristal air yang membeku ketika sinar matahari sedang terik akan mudah merusak material. Inilah yang dapat meningkatkan atap bocor.

3. Pemasangan Atap

Teknik pemasangan atap ketika membangun rumah dari awal juga merupakan faktor penting. Dalam hal ini, pastikan atap terpasang dengan rapi.

Hindari untuk melakukan kesalahan dalam pemasangan hingga meninggalkan rongga. Sebab sedikit saja ada celah, maka air hujan lebih mudah untuk masuk ke dalam rumah.

4. Sambungan Atap

Kuncinya, sedikit celah pada bagian atap akan memberi kesempatan pada air hujan untuk masuk. Sambungan atap pun bisa meninggalkan celah.

Untuk mengatasinya, usahakan untuk membuat sambungan atap seminimal mungkin. Karena jika terlalu banyak, artinya titik pertemuan antara material atap juga banyak.

Akibatnya, saat pertemuan itu renggang dan menyisakan celah, maka kebocoran bisa lebih mudah terjadi.

5. Pemilihan Bahan Penutup Atap

Terkadang banyak yang menganggap bahwa bisa memilih penutup atap tanpa peduli pada kualitasnya. Terkadang juga menilai bahwa ‘yang terpenting bahan pembuatnya sama’.

Padahal meskipun material pembuatnya sama, tidak jarang kualitasnya bisa berbeda. Hal ini juga yang dapat menyebabkan atap bocor terjadi.

6. Talang Air

Talang air pada atap rumah berfungsi sebagai penampung air hujan, sehingga tidak menggenang dan merembes ke dalam rumah.

Talang air kotor
(Sumber: Clean425)

Dalam hal ini, ukuran dan bentuk talang yang tidak sesuai dengan debit dan jumlah air, serta banyaknya sambungan pada talang akan meningkatkan risiko kebocoran.

Di samping itu, talang yang terlalu banyak sampah akan menghambat mengalirnya air. Sehingga potensi atap rumah bocor juga meningkat.

Cara Mengatasi Atap Rumah Bocor

Atap bocor yang tidak segera ditangani akan membuat bagian atas menjadi rapuh. Bahkan, ancaman atap mabruk pun dapat terjadi sewaktu-waktu.

Nah, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, sebaiknya segera tangani atap bocor dengan cara ini setelah mengetahui beberapa penyebabnya.

1. Menggunakan Waterproofing

Cara mengatasi kebocoran pada bangunan dengan atap dak, kamu dapat menggunakan pelapis anti air alias waterproofing.

Pelapis anti bocor
(Sumber: J Duncanson Roofing LLC)

Begitu pengecoran dan atap dak kering yang dapat berlangsung sekitar 7 hari, maka langsung lapisi dengan waterproofing. Bahan pelapis ini berfungsi memperkecil pori-pori dalam struktur atap dak, sehingga akan lebih kedap air.

Beberapa lapisan pencegah bocor dengan bahan dasar polimer dan akrilik, semen, hingga aspal dapat kamu gunakan.

Baca juga : Tips Menjaga Kelembaban Kamar Mandi Karena Bocor

2. Menggunakan Cat Anti Air pada Bagian Dalam Rumah

Bukan hanya bagian luarnya saja yang dilapisi dengan waterproof. Bagian dalam rumah juga dapat kamu lapisi dengan cat anti air.

Cat jenis ini akan membuat atap lebih tahan lama karena sifatnya yang menolak air sekaligus anti jamur.

Selain atap, kamu juga dapat mengaplikasikannya pada dinding supaya bebas dari kelembapan.

3. Mengatur Ulang Genteng Rumah

Posisi genteng yang berubah adalah salah satu alasan klasik mengapa atap bocor. Penyebabnya sendiri bisa berbagai hal, seperti hempasan angin kencang.

Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang paku pada reng yang letaknya di bawah genteng. Gunanya untuk menahan laju genteng yang akan merosot.

Kemiringan genteng juga perlu diperhatikan. Sebagai contoh, jika kamu menggunakan penutup atap dari keramik atau tanah liat, maka kemiringannya antara 30 sampai 45 derajat.

Hindari untuk terlalu banyak memasang sambungan atap guna mencegah kebocoran akibat pori-pori yang terkikis air hujan.

Ketika ada genteng yang rusak atau rapuh, jangan menunda untuk menggantinya dengan yang baru. Sebab, selain menyebabkan rembesan air hujan lolos ke dalam rumah, genteng yang rapuh juga rentan pecah saat ada angin kencang.

Pelajari juga : Peringatan Saat Membeli Rumah

4. Menambah Insulasi

Insulasi tidak hanya efektif meredam panas dan suara. Bahan ini pun dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atap bocor.

Setelah rangka atap kayu ataupun baja ringan selesai dipasang, lapisi dengan insulasi berbahan aluminium foil. Kemudian susun penutup atap di atasnya dengan rapi.

5. Rutin Membersihkan Talang Air

Mengingat talang air yang tidak berfungsi secara optimal dapat meningkatkan risiko atap bocor, maka selalu periksa dan bersihkan secara rutin.

Membersihkan talang air secara rutin
(Sumber: Labor Panes)

Tujuannya untuk menghindari penyumbatan karena sampah. Terutama saat musim penghujan, lakukan lebih sering antara satu sampai dua bulan sekali.
Ganti talang air rusak dengan yang baru.

Pilih material yang tingkat ketahanannya bagus, seperti PVC, baja ringan, ataupun beton. Pastikan juga ukuran talang lebar, sehingga dapat menampung air lebih banyak.

6. Memperbaiki Pipa Air

Bukan hanya talang air saja. Saluran pembuangan air hujan seperti pipa juga perlu kamu perhatikan karena juga dapat memicu atap bocor. Terutama saat pipa rusak.

Lakukan pemeriksaan secara rutin dan segera ganti pipa air jika ada kerusakan. Sebab, saluran air yang bocor semakin lama akan mengikis atap atau pun dinding. Akibatnya, bangunan akan rusak.

7. Menambah Ventilasi pada Loteng

Salah satu material untuk rangka atap rumah yang cukup populer saat ini adalah baja ringan. Namun, seperti logam lainnya, bahan ini juga dapat memuai ketika terkena panas. Ketika hal ini terjadi, perubahan tata letak genteng memungkinkan untuk terjadi.

Untuk mencegah perubahan struktur atap karena pemuaian, kamu perlu memastikan apakah ventilasi pada bagian bawah atap sudah cukup.

Karena seperti kita ketahui, ventilasi yang baik dan cukup akan membuat suhu ruangan lebih sejuk. Alhasil, pemuaian pada struktur atap dapat diantisipasi.

Itulah beberapa cara mengatasi atap bocor sehingga rumah bebas dari lembap atau hal lain yang membuat penghuni kurang nyaman. Sebelum terburu-buru mengatasinya, jangan lupa untuk memastikan penyebab kebocoran.

Tinggalkan Balasan